
Berita Kita Aceh Singkil
ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, menghadiri Wisuda Sarjana Angkatan XI Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Yayasan Syekh Hamzah Fansuri (STIP Yashafa) Aceh Singkil yang berlangsung di Aula Kampus STIP Yashafa, Sabtu (13/6/2026).
Pada wisuda tahun ini, sebanyak 68 mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana. Rinciannya, 50 lulusan Program Studi Agribisnis dan 18 lulusan Program Studi Agroteknologi.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat melalui Sidang Senat Terbuka yang ditandai dengan pemindahan kuncir toga sebagai simbol berakhirnya masa studi dan dimulainya pengabdian para lulusan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Safriadi Oyon memberikan motivasi kepada para wisudawan agar terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Bupati menilai STIP Yashafa merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki perjalanan panjang dan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Singkil dalam mencetak sumber daya manusia di bidang pertanian.
“STIP Yashafa lahir melalui perjuangan panjang dan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Aceh Singkil. Kampus ini hadir karena adanya cita-cita besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di daerah,” ujar Safriadi Oyon.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengenang proses berdirinya STIP Yashafa. Ia mengungkapkan bahwa saat masih menjabat sebagai anggota DPRK Aceh Singkil, dirinya bersama almarhum H. Makmur Syahputra, SH yang saat itu menjabat sebagai Bupati Aceh Singkil, serta sejumlah tokoh daerah lainnya turut menginisiasi berdirinya perguruan tinggi tersebut.
Menurutnya, perjuangan itu tidak hanya sebatas gagasan, tetapi juga diwujudkan melalui dukungan nyata, termasuk penyediaan lahan untuk pembangunan kampus.
“Saya juga menghibahkan lahan seluas kurang lebih 20 hektare sebagai lokasi pembangunan kampus. Bersama tokoh-tokoh lainnya, kami ikut memperjuangkan proses perizinan operasional hingga ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Jakarta,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati meminta kepada jajaran senat perguruan tinggi dan pengurus Yayasan Syekh Hamzah Fansuri agar menyusun serta mendokumentasikan sejarah berdirinya STIP Yashafa secara lengkap, objektif, dan berdasarkan fakta.
Menurutnya, dokumentasi sejarah tersebut sangat penting agar perjalanan panjang perjuangan mendirikan kampus tidak hilang seiring waktu serta terhindar dari distorsi maupun pemelintiran sejarah.
“Saya berharap sejarah berdirinya STIP Yashafa dapat ditulis dengan baik agar generasi mendatang mengetahui bagaimana perjuangan para tokoh daerah dalam menghadirkan perguruan tinggi ini,” tegasnya.
Kegiatan wisuda turut dihadiri jajaran Senat STIP Yashafa, para dosen, wisudawan beserta keluarga, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Singkil Ustaz Roesman Hasmy, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil Syam’un Nasution, Ketua Yayasan Syekh Hamzah Fansuri Aidil Dermawan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Momentum wisuda tersebut menjadi harapan baru bagi lahirnya generasi sarjana yang mampu berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam mendorong kemajuan Kabupaten Aceh Singkil.
