
Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, Salurkan Bantuan Seragam Sekolah untuk Siswa Terdampak Banjir, Selasa (6/1/2026).(Foto: Prokopim Aceh Singkil)
Aceh Singkil — Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak pascabencana banjir. Melalui penyaluran bantuan perlengkapan sekolah, Pemkab Aceh Singkil memastikan para siswa yang terdampak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik.
Bantuan berupa seragam sekolah dan sepatu tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon,kepada siswa di SD Negeri 1 Pasar Singkil dan SD Negeri 2 Rimo, Selasa (6/1/2026). Program ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat yang disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil Tahun Anggaran 2025.
Bupati Safriadi Oyon menyampaikan bahwa pemulihan sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah setelah terjadinya bencana alam. Menurutnya, anak-anak harus tetap mendapatkan hak pendidikan tanpa hambatan meski berada dalam kondisi sulit.
“Pemerintah daerah berkomitmen memastikan anak-anak tetap bersekolah dan tidak tertinggal pelajaran akibat dampak banjir,” ujar Bupati Aceh Singkil.
Penyaluran bantuan ini turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman, bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan moril bagi siswa, guru, serta pihak sekolah.
Wakil Bupati Aceh Singkil menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam mempercepat pemulihan layanan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Para pihak sekolah dan orang tua siswa menyambut baik langkah Pemkab Aceh Singkil tersebut. Bantuan perlengkapan sekolah dinilai sangat membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberi semangat baru bagi siswa untuk kembali fokus belajar.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan menyeluruh, tidak hanya pada aspek infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
